Senin, 26 September 2011

Peranan Teknologi Informasi dalam Organisasi

Terobosan teknologi dalam dua abad terakhir ini telah memberi dampak dramatis. Dalam organisasi dampak yang terjadi pada ledakan teknologi informasi benar-benar menakjubkan dan tidak ada akhirnya. Sebagai contoh, pengikut ekonomi pionir Joseph Schumpeter tahun 1950-an mencatat bahwa gelombang pertama dalam sejarah modern (1780-an sampai 1840-an) menghasilkan mesin uap yang mengendalikan Revolusi Industri; selanjutnya muncul rel kereta api (1840-an sampai 1890-an); dilanjutkan dengan tenaga listrik (1890-an sampai 1930-an); dan minyak murah dan mobil (1930-an sampai 1980-an). Sekarang terjadi gelombang kelima yang didukung oleh teknologi informasi. Terobosab teknologi terakhir memiliki dampak yang lebih cepat, jauh berbeda dan lebih pervasif dengan tiga alasan utama yaitu :
1. Teknologi Informasi tidak hanya dapat diterapkan pada semua sektor ekonomi dan dunia, tetapi dapat mempengaruhi setiap fungsi dalam organisasi;
2. Biaya pemanufakturan dengan tenaga komputer mengalami penurunan sekitar 30% setahun; diperkirakan kini biayanya hanya 1 per 100 dari 1% pada awal tahun 1970-an;
3. Teknologi Informasi dapat menjadi produk input dan produk akhir, dimana Teknologi Informasi mampu merevolusi produksi dan distribusi ke seluruh fungsi industri, layanan, dan organisasi, juga menawarkan rentang produk dan jasa yang luas.

Teknologi Informasi dalam organisasi dipandang berperan dalam memberikan kemudahan kepada anggota maupun pimpinan organisasi dalam melakukan aktifitas organisasi. Seperti contoh, rentang produk berkisar dari telepon seluler yang memungkinkan manajer tetap berhubungan dengan orang lapangan, penggunaan PC yang dapat menangani pengendalian inventori dan membantu karyawan agar dapat berkomunikasi satu dengan yang lain melalui e-mail, compact disk, yang dapat menyimpan dan memanggil kembali jutaan informasi. E-mail melalui PC dan PDA dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan setiap orang, di dalam dan di luar organisasi, di seluruh dunia.

Hal yang sama terjadi pada word processing dan speradsheet; ini adalah bagaimana cara melakukan bisnis. Selain itu Business to Business (B2B) memungkinkan pelanggan, pemasok dan pemanufaktur berkomunikasi secara langsung dengan basis sistem komputer ke komputer. Dalam organisasi saat ini, sistem penjualan dan bentuk pemesanan tertulis yang lain telah dihilangkan, dimana informasi sudah dimasukkan secara langsung ke dalam komputer yang diprorgam untuk menginterpretasikan informasi dan membuat keputusan. Sebagian besar organnisasi yang ada saat ini pesanan kepada vendor dilakukan secara elektronik dan komputer membantu mengatur inventori. Saat dilakukan pemesanan ulang, mesin secara otomatis melakukannya dengan mengirimi pesan elektronik ke komputer pemasok. Selain era informasi tersebut, dampak lingkungan terbesar pada bidang perilaku organisasi adalah e-commerce atau e-business. Melalui e-commerce atau e-business, kegiatan bisnis organisasi dapat dilakukan melalui internet. Dimana organisasi dapat berkomunikasi dengan pemasok, mitra bisnis dan pelanggan sehingga mengurangi waktu dan biaya.